Sabtu, 07 April 2012

Instalasi Peripheral Pendukung

Instalasi Peripheral Pendukung


I. Penentuan Pemilihan Motherboard

Motherboard adalah komponen utama sebuah komputer. Disebut motherboard karena semua komponen komputer lainnya menginduk ke komponen ini. Komponen-komponen lain seperti harddisk, drive optik, prosesor, memori, video card, floppy disk drive semuanya ditancapkan ke dalam slot yang disediakan di motherboard. Motherboard menyediakan integrasi dan komunikasi data yang memungkinkan komputer bekerja dengan baik. Jadi, pemasangan komponen komputer alam kegiatan merakit komputer pada dasarnya hádala memasangnya kemotherboard.

Untuk merakit PC yang bener – bener jempolan, sangat bervariasi. Memilih motherboard yang sesuai dengan keninginan adalah pekerjaan gampang – gampang susah. Sekarang kita cari langkah – langkahnya :

1. Bila akan menggunakan prosesor Intel PentiumIII atau Celeron, pilih motherboard yang punya soket prosesor sebanyak 370 pin alias soket 370. Sementara, kalau prosesor Athlon atau Duron yang ingin dipakai, gunakan motherboard dengan soket A atau soket 462. Lain halnya kalau memilih Pentium4, bila menggunakan arsitektur 0,18 mikron, maka pilihlah motherboard bersoket PGA 423pin. Sedangkan untuk Pentium 4 dengan arsitektur 0,13 mikron, pilih soket miniBGA 478pin.

2. Untuk prosesor Intel PentiumIII atau Celeron, pilihlah motherboard dengan chipset Intel 815E atau 815EP, VIA seri Apollo Pro, ALi seri Aladdin Pro, dan SiS seri 63x. Untuk prosesor AMD Athlon atau Duron maka pilihan akan jatuh pada motherboard dengan chipset VIA seri KT, ALi Magik 1, dan SiS seri 73x. Akan lebih bagus kalau sebelum menentukan chipset mana yang akan dipakai, bandingkan performa satu chipset dengan chipset yang lain.

3. Pastikan motherboard yang akan dipilih memiliki dukungan terhadap interface harddisk Ultra ATA/100 dan punya dukungan terhadap port AGP (Accelerated Graphic Port). Sebaiknya memilih motherboard yang mendukung SDRAM dan DDR RAM.

4. Pilihlah motherboard yang punya fitur port – port tambahan yang memadai. Untuk DIMM tempat memasang memori. Selain soket DIMM, jumlah bus PCI yang dimiliki motherboard juga harus diperhatikan. Motherboard yang dipilih sebaiknya memiliki port AGP.

5. Carilah motherboard yang memberikan dukungan fungsi – fungsi terintegrasi: kartu grafis, kartu suara, LAN, modem, dan lainnya. Dan juga cari motherboard yang menawarkan overclocking melalui BIOS.

Motherboard yang saya gunakan adalah P5GC-MX.

II. Penentuan Spesifikasi Komponen/Peripheral Pendukung

Untuk menjaga performa computer diperlukan peripheral pendukung yg equivalent agar performa yang dihasilkan baik. Merakit sebuah PC (Personal Computer) memerlukan pengenalan yang mendalam tentang komponen – komponen pendukung. Dengan mengenalinya secara baik, maka akan terhindar dari kesalahan – kesalahan pemasangan yang tidak perlu atau resiko – resiko pahit yang diakibatkan oleh kerusakkan komponen.

Peripheral pendukungnya antara lain:

· MB ASUS P5GC-MX

· VGA PCIex Intel X-treme 128 Mb

· HDD 160gb Seagate Barracuda SATA

· Memory DDR2 512 MB PC 5300

· DVDROM 16X LG/Samsung Black

· Sound+LAN+SATA

· PSU casing ATX 450 Watt

· Processor P4 3.06 (512)

· Front USB

· Monitor Samsung Synmaster 17”

1. Memori

Kualitas memori biasanya dilihat dari frekuensi kerja tertinggi yang dapat dicapai oleh memori tersebut. Pada SDRAM, hal ini dapat terlihat jelas pada chip – chip yang terletak pada memori. Pada badanya apat dilihat angka – angka yang didahuli dengan tanda minus (-), missal -7.5;-6, dan seterusnya. Tanda ini dijadikan pedoman dalam menentukan frekuensi kinerja maksimal memori tersebut. Rumus umum adalah f = 1000/T, dimana f dalah frekuensi kerja (MHz), dan T adalah periode memori, yaitu angka yang tertulis pada chip memori tersebut. Kualitas memori secara fisik dapat dilihat dari merek chip yang digunkan

SDRAM DDRRAM RDRAM

2. Harddisk

Kenali kebutuhan dan pandai – padailah memahami spesifikasi harddisk sebelum memilih.

Pertimbangkan untuk memilih harddisk berkecapatan 7.200 rpm (revolution per minute) atau yang lebih tinggi. Semakin cepat nilai rpm-nya, maka kemampuannya semakin cepat. Sebaiknya kecepatan bacanya kurang dari 12 millisecond (ms), dan kecepatan transfernya paling tidak 15 MB per detik.

3. Kabel IDE

Kabel ini dipakai untuk mengkoneksikan motherboard dengan harddisk drive, drive optikal, dan floppy drive. Model yang terbaru berbentuk bulat, sehingga lebih kuat dan tidak gampang putus.

4. PSU Cassing

  1. Power Supply. Untuk yang satu ini harus benar – benar waspada. Soalnya, kalau power supply dalam casing tidak bagus dan dari segi penglihatan sekilas saja sudah sangat tidak menyakinkan, lebih baik jangan dipilih. Pilih besarnya tegangan yang bisa diberikan oleh sebuah casing, misalnya 250watt, 280watt, 300watt, atau bahkan lebih, sesuai kebutuhan komponen yang akan dipasang.

  2. Bay dan Port untuk Add-on Card. Perhatikan berapa banyak bay alias kolom yang terpasang. Baik buat CD-ROM drive, DVD-ROM drive, maupun floppy drive. Selain bay yang cukup, port untuk Add-on Card yang berada dibelakang casing juga harus diperhatikan.

Sistem Ventilasi. Perhatikan juga fitur ventilasinya. Yang bagus memang yang punya celah udara yang cukup, baik dibelakang, diatas , disamping

5. Prosesor

Prosesor boleh dibilang memang salah satu komponen PC yang paling cepat berkembang. Masalah prosesor kemudian muncul karena adanya kebingungan, prosesor mana yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan maupun perkembangan jaman.

a. Intel Celeron

Dari sisi teknologi, prosesor ini tidak terlalu baru. Front Side Bus yang dipakia misalnya masih ada yang tetap memakai kecepatan 66MHz (versi awal). Meskipun punya chace yang tergolong kecil, Celeron dari Intel tetap berupaya membuat Celeron “bergerak” maju dari sisi teknologi. Pada prosesor ini, Intel pun mengeluarkan tipe yang memakai FSB 100MHz yang menyamai PentiumIII.

Sekarang soal kecepatan, Intel menyediakan beberapa pilihan kecepatan, mulai dari 533MHz hingga 1,3GHz. Yang menarik harganya lebih murah dari PentiumIII.

b. AMD Duron

Prosesor bikinan Advanced Micro Device alias AMD yang memiliki jumlah pin sebanyak 462 pin ini boleh dibilang “bermain” untuk kelas yang sama dengan Celeron. Banyak pilihan kecapatan, mulai dari Dorun 800MHz hingga Duron 1200MHz. Dari sisi teknologi, Duron yang versi 1200Mhz-nya mengusung L2 chace sebesar 64KB ini memang belum menampilkan teknologi baru. Teknologi prosesor yang dipakai masih 0,18 mikron.

Performanya sendiri cukup baik, terutama buat aplikasi – aplikasi standar. Ditunjang dengan dengan harga yang terjangkau, prosesor ini banyak jadi pilihan kalangan entry level dan game center. Buat kalangan rumahan prosesor ini banyak dipilih, proses overclocking-nya mudah.

c. PentiumIII

Jika menginginkan prosesor dengan harga yang cukup terjangkau tetapi punya kemampuan yang cukup, PentiumIII ini masih boleh dilirik. Pada prosesor ini, harus jeli (teliti) dalam memilih. Tipe pertama adalah tipe EB yang berarti prosesor tersebut punya L2 cache sebesar 256KB on-chip dengan bus 133MHz. Tipe yang lain adalah PentiumIII tipe E yang berarti punya L2 cache 256KB on-chip tapi punya bus hanya 100MHz.

PentiumIII ini juga punya 3 versi berdsarkan teknologi prosesnya, Yang umum sekarang memakai 0,18 mikron, sementara tipe terbaru yang disebut Tualatin memakai teknologi proses 0,13 mikron. Untuk kecepatan dipasaran tersedia PentiumIII dari 733MHz hingga 1,2GHz.

d. Pentium4

Pentium4 inilah yang dipercaya Intel buat menggantikan hegemoni PentiumIII sebagai prosesor mainstream.

Versi Willamete yang memakai teknologi proses 0,18 mikron dengan L2 cache 256KB oleh Intel dibagi menjadi dua berdasarkan pin yang ada pada prosesor. Untuk versi awal keluarnya Pentium4, prosesor ini menggunakan 423 pin untuk “berhubungan” dengan motherboard dan perangkat lain. Sementara, Willamate terbaru sudah mengusung pin 478. Prosesor menggunakan 478 pin ini sudah memakai teknologi 0,13 mikron sehingga mempunyai beberapa keunggulan seperti panas yang lebih rendah, L2 cache yang diusung bisa lebih banyak, 512KB.

Versi Willamate dengan kecepatan mulai dari 1,3GHz hingga 2Ghz. Sementara, versi Northwood baru menyediakan dua pilihan kecepatan yaitu 2GHz dan 2,2GHz. Karena ada dua versi inilah, disarankan supaya saat membeli, harus mengetahui dengan persis, jenis mana yang akan digunakan.

e. AMD Athlon

Paling sedikit 2 tipe prosesor AMD Athlon yang ada dipasaran, Thunderbird dan Palomino alias AthlonXP alias eXtreme Performance. Kalau versi awal masih ada yang mengusung FSB 100MHz dan 133Mhz, AthlonXP sudah men-support FSB sebesar 133MHz. Untuk saat ini, Thunderbird di pasaran masih ada yang memakai kecepatan 900MHz hingga 1,4MHz. Sementara, AthlonXP mulai dari kecepatan 1500+ hingga 2000+.

Keunggulan utama dari prosesor bikinan AMD ini adalah fiturnya yang memuaskan buat para overclocker. Apalagi harga relative terjangkau, proseor ini sudah banyak dilirik kalangan rumahan maupun korporat kecil maupun menengah.

Sekarang tinggal tergantung Anda, mau pilih jenis prosesor yang mana. Yang pasti pilihan prosesor ini akan sangat mempengaruhi pemilihan perangkat yang lain seperti motherboard dan heatstink fan.

Prosesor yang kami gunakan adalah P4 3.06 (512)

III. Penentuan Harga Komponen/Peripheral

· MB ASUS P5GC-MX : Rp. 545.000,-

(VGA PCIex Intel X-treme 128 Mb)

· HDD 160gb Seagate Barracuda SATA : Rp. 430.000,-

· Memory DDR2 512 MB PC 5300 : Rp. 110.000,-

· DVDROM 16X LG/Samsung Black : Rp. 180.000,-

(Sound+LAN+SATA)

· PSU casing ATX 450 Watt+Front USB : Rp. 250.000,-

· Processor P4 3.06 (512) : Rp. 335.000,-

· Monitor Samsung Synmaster 17” : Rp. 850.000,- +

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar